bahagia. dulu buat saya berarti rasa yang ada saat kebutuhan manusia terpenuhi. ga dipungkiri banyak temen2 yang berpikiran seperti itu. kalo kata KBBI bahagia itu keadaan atau perasaan senang tenteram (bebas dari segala yang menyusahkan). semuanya boleh benar.
kalau begitu kenapa ga semua orang bahagia. toh bahagia itu relatif, bisa jadi merupakan standar yang bisa kita atur-atur sendiri parameternya. misal ada orang yang bahagia dengan tinggal berkecukupan di alam terbuka, ada orang yang bahagia serba kekurangan asal kumpul bareng sanak keluarga, atau ada juga yang bahagia dengan memiliki semuanya yang dia ingin. benar-benar jauh bedanya ya.
untuk orang yang sudah bisa mengendalikan emosi dan minimal tahu sedikit tentang kehidupan, mengatur derajat kebahagiaan ga sulit dilakukan. dia bisa saja bahagia dalam keadaan apapun, bahkan dalam keadaan serba kekurangan. tapi kalo dipikir baik-baik mana yang punya potensi untuk berbuat lebih, si orang yang serba kekurangan atau orang yang memiliki semua yang dia inginkan? bukankah tuhan lebih suka pada orang kaya yang taat daripada orang miskin yang taat. tuhan juga lebih suka orang yang mampu berbuat lebih buat sekitarnya.
jadi biarlah buat saya memasang target kebahagiaan yang sangat tinggi, biar susah tapi tetap bahagia menjalaninya. loh kok bisa? oh, ternyata apa yang dulu saya dan kebanyakan orang maksud itu kesuksesan (achieve something). dan sekarang saya belajar kalo kedua kata itu kecil korelasinya. mencapai sukses sulit, harus kerja keras, banyak tantangan, sering jatuh = bahagia (ga lazim ya). ayo ubah paradigma kita!

happiness is not a destination. It is how the way we live.