Posted by: vansterritory | December 20, 2011

MPPT and Sun Tracking

http://www.youtube.com/watch?v=G1zUOZMgHJ4

Check this out! :)

Posted by: vansterritory | October 6, 2011

Pawon Cave Expedition, START!

If you’re Bandung citizen or at last have stayed in Bandung for several years, you must have known the uniqueness Bandung contour. When you take a 360 degree view from tall building like PAU-ITB or Masjid Agung, you will always see higher place surrounding. Bandung’s contour is like a huge concavity surrounded by lined-up tall mountains. It has been proven by geologists that Bandung in pre-historic age was a giant lake. On its bank lived many community of primordial men. We can now only see their proof of existence by their fossils, paintings or daily-tools. One of the spots lies near Padalarang, in Pawon Cave. Archeologists have found 20.250 bones and 4.050 stone chips from estimated 10 thousand years ago [1]. They also found several skulls on the deeper layer. A great treasure as Bandung is known as an a-historic place for primordial age studies. In Bandung folklore Sangkuriang, people believed that the cave was Dayang Sumbi’s kitchen since Pawon means Kitchen in Sundanese.

I didnt know any of that information before we went there. Actually none of us did, hhe. We went only because a complicated-reason-that-I-wont-say-here. Sorry, sensitive things for some of the participants, hhe. It is located at Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Padalarang, Kabupaten Bandung, or 25 km western of Bandung City. Usually it takes only 30 minutes to get there, but thanks to traffic jam we take 2 hours non-stop, yeah. Enough time to hurt your back to butt. From the main road, we took a “challenging” narrow path for 1 km before we saw a huge dark hole on a cliff. And eureka! That was the destination! The wind breeze feels warm and smooth. The sun shines in orange, bring a warm sensation. A nice place to relax after more than 1,5 month dealing with my final assignment, gyahaha.

a welcome cliff and the chimney (alt)

a welcome cliff and the chimney

Honestly we were lack of preparations. The cave is quiet dark and slippery. But we were not lack of ideas. We could use light from handphone, and just take off our slippery sandals, nice. The caves are not too deep, but the interior will open up your eyes. There was a great giant chimney-like tunnel laid vertically. If you are there at dawn, you will see a bat swarm spinning in the chimney. Too bad I couldnt take the pic because it was too dark. Better you see it yourself, hhe. There is no exact path to explore the caves. Just take a path, and guess where you will come out. Sometimes you found a “window” where you can see great scenery, sometimes you come out on the higher or lower floor, but sometimes there is a dead-end too. It is like a fun natural labyrinth. Just assure you dont get lost, because the phone signal kinda weak inside.

Like the most Asian people, we greatly appreciate memories. So guess what we did! Taking pictures! Haha. There also lay wide scenery of green rice field with the sound of ‘kolecer’, a Sundanese windmill built to repel birds. Ah great views. See our masterpieces below :p

a "galav" little boy in green ricefield

ignore the silly green or purple bag, just enjoy the beautiful scenery :p

We plan to go home after told by keeper. It has been dark outside. After ashar and maghrib salat, we went home. But the story hasnt ended yet. The sky was totally DARK. The path has NO lighting. And it started RAINING. Plus we brought NO raincoat. Oh good, with hopeless face, we went through the rain and then took a rest at nearby tavern and had some meal with fully wet clothes. Unfortunately (or fortunately), two of our friends have gone ahead. The plan worked (ups). No no, swear it was totally an unplanned incident, hehe. The journey continued at Nungky’s house (actually her parent’s, hhe), took a lot of chat and meal (again). Then thanks for the great journey, farewell :]

Unexpectedly when I browse info about this cave, it has a long term plan to raise Citatah tourism by West Java government [2]. Wow. They plan to make it as an international site for tourism. The potency of scenery and historical journey will be the main attraction. It is also planned to be a one-stop outdoor events location. A wise plan as Indonesia is rich of tourism objects.

Here I mention some advices for you who want to enjoy Pawon Cave:

  1. You should prepare, but not too much. Money, drinks, lights, and boots are enough. You may add others if you wanna enjoy more, like camera and mat plus the meals :9
  2. Invite your friends who could speak Sundanese. He will help you socialize naturally with people since each Sundanese have a strong relationship. You will cut out most budget if you’re lucky, hhe
  3. Be careful watch out your way and make sure you dont get separated with your friends. The phone signal usually weak inside.
  4. Don’t come after 5.00 pm. Dont even try! Because it will be….. closed :p

Citatah, Padalarang. October, 6th 2011 2.35 AM. ♫ I Have a Lover – Lee Eun Mi

References

[1] http://dieny.wordpress.com/2007/02/24/menyingkap-kehidupan-masa-lalu-di-gua-pawon/  [2] http://oase.kompas.com/read/2010/04/22/02151663/Goa.Pawon.Jadi.Warisan.Dunia

Posted by: vansterritory | July 2, 2011

pursuit of happyness

bahagia. dulu buat saya berarti rasa yang ada saat kebutuhan manusia terpenuhi. ga dipungkiri banyak temen2 yang berpikiran seperti itu. kalo kata KBBI bahagia itu keadaan atau perasaan senang tenteram (bebas dari segala yang menyusahkan). semuanya boleh benar.

kalau begitu kenapa ga semua orang bahagia. toh bahagia itu relatif, bisa jadi merupakan standar yang bisa kita atur-atur sendiri parameternya. misal ada orang yang bahagia dengan tinggal berkecukupan di alam terbuka, ada orang yang bahagia serba kekurangan asal kumpul bareng sanak keluarga, atau ada juga yang bahagia dengan memiliki semuanya yang dia ingin. benar-benar jauh bedanya ya.

untuk orang yang sudah bisa mengendalikan emosi dan minimal tahu sedikit tentang kehidupan, mengatur derajat kebahagiaan ga sulit dilakukan. dia bisa saja bahagia dalam keadaan apapun, bahkan dalam keadaan serba kekurangan. tapi kalo dipikir baik-baik mana yang punya potensi untuk berbuat lebih, si orang yang serba kekurangan atau orang yang memiliki semua yang dia inginkan? bukankah tuhan lebih suka pada orang kaya yang taat daripada orang miskin yang taat. tuhan juga lebih suka orang yang mampu berbuat lebih buat sekitarnya.

jadi biarlah buat saya memasang target kebahagiaan yang sangat tinggi, biar susah tapi tetap bahagia menjalaninya. loh kok bisa? oh, ternyata apa yang dulu saya dan kebanyakan orang maksud itu kesuksesan (achieve something). dan sekarang saya belajar kalo kedua kata itu kecil korelasinya. mencapai sukses sulit, harus kerja keras, banyak tantangan, sering jatuh = bahagia (ga lazim ya). ayo ubah paradigma kita!

happiness is not a destination. It is how the way we live.

Posted by: vansterritory | December 22, 2009

Bocah dan Serunai Mungil

Seorang bocah bermain serunai mungil dari ilalang,
Bersila meresapi gemulainya bulan senja,

Yang ia percaya bahwa tidak seluruhnya kata memuati rasa,
Bahkan perwujudan rasa tanpa kata lebih istimewa,

Ah, dan ia ingat telah berjanji pada Tuhan untuk hanya sekadar mencoba,
Mencicipi mulianya sebagian rasa yang diagungkan manusia,
Ia yakin Tuhan tidak pernah ingkar akan janji makhluk-Nya,
Saat janji itu terambil, ia merasa ada dua hampa,

Ah, dan ia teringat janji lain pada Tuhannya,
Untuk memelihara kemuliaannya atas balas kemurniannya,
Atau cabut jiwanya beserta rasa yang dikandungnya,

Tapi bocah itu telah meluahi seperempat dasawarsa,
Tuhan tidak mengambil rasanya, hanya tempat rasa itu bernaung,

Baginya hidup ini ampas indah
Bocah itu merangkak dari tumpukan sampah menuju fajar di pelupuk mimpi,
Ia terajari cara menikmati perjalanan sekaligus pemandangan,
Ia terajari cara membuka pendengaran lalu penglihatan,
Ia terajari cara berbicara lewat ketulusan serta keikhlasan,
Dan ia sangat ingin terus bersamanya,

Ia menyisihkan serunai mungilnya,
Melipat rapi lembar memoarnya,
Dan menyimpan rapat dalam sebuah peti kayu Borneo yang cantik.

Ya, begitu ceritanya padaku, aku sangat mengenal bocah itu,
Bocah yang selalu mencari arti kebenaran diantara diorama kehidupan,

Dec, 19th 2009 22.28
Afterlife – AvengedSevenfold
at Long Beach Concert

Posted by: vansterritory | December 22, 2009

Ganesha Badminton Campionship 09

ini sebuah postingan yang seperti biasa dipost di fesbuk, hehe. abis evaluasi sebuah agenda besar Unit Bulu Tangkis ITB, unit tercinta. jujur gw masih belum puas tentang keberjalanan acara secara keseluruhan. masih banyak celah yang sebenernya harus udah diprediksi dari awal, walaupun beberapa emang krusial dan ga ketebak. untuk sebulan atau setaun ke depan, saat gw atau orang lain ngeliat ni postingan, semuanya bakal ngerasa SEMANGAAAAADH yang minimal sama dengan saat gw bikin tulisan ini. ya, biasa lah, saat2 paling bersemangat tuh pas udah beres eval, hehe. perhatiin aja kalo pada abis ujian, hehe. dah ah sok dibaca n komen.. :)

Yah, ga kerasa udah dua program kerja unggulan dilaksanakan unit tercinta ini. Tau2 udah di akhir periode kepengurusan. Monggo diambil tiap detik pembelajaran yang didapat dari proses pendewasaan ini. Di konsepsi KM-ITB disebutkan bahwa mahasiswa juga harus ikut serta mendidik dirinya sendiri (learning by themselves) dengan tetap berpedoman pada nilai kebenaran ilmiah. Hmm, ga ada yang berbenturan kayaknya. Inilah salah satu wujud dari arahan di atas. Jangan dianggap beban, buka hati kalian, ini juga masuk pendidikan ko.

Gw yakin buat yang tanggap udah banyak banget dapet pembelajaran, khususnya dari proses penyelenggaraan KBCA-GBC’09 ini. Gw bakal nyesel kalau yang dapat pembelajaran itu cuma orang2 yang aktif terlibat dengan malasah dan bangkit dengan solusi. Gw pernah ngeliat kalian berjuang dan kepayahan. Gw juga ngerasain pikiran kalian yang selalu fokus kesini. Itulah perjuangan. Orang2 hebat sebelum kalian udah sangat cukup ngebuktiin bahwa semua hal bisa berjalan beriringan dalam porsi tepat. Pilihah porsi kalian dan nikmatilah!! Ini mimpi yang kita. Mungkin beberapa merasa bergerak masih di tataran agak teknis. Tenang aja, ada saatnya. Saat dimana kalian akan lebih sering bergelut dengan kata “mengapa” daripada “bagaimana”, lebih prefer ngobrol daripada latihan, dan memikirkan hal-hal blablacuih yang mungkin di proposal kegiatan cuma dibaca selewat: latar belakang dan tujuan. Sebenernya itu bahan bakar kita untuk tetap berkomitmen. Mimpi.

Sang Seniman sekali lagi mendapat sebuah pertanyaan yang sudah bosan didengarnya. Yang mana mahakarya terhebatnya? Ia siap menjawab pertanyaan yang sama, namun dengan jawaban yang berbeda! Jawaban yang mungkin terkesan sinis tapi tak bisa dihindari.

“Mahakarya terbaikku adalah yang paling TERAKHIR kubuat. Karena aku sadar, sebentar lagi aku mati. Aku butuh manusia tempat aku menitipkan mimpi-mimpiku. Aku butuh REGENERASI! Akan kubuat generasi yang siap memukau estetika dan menjawab pertanyaanmu dengan jawabanku yang dulu:

Lihatlah! Karyaku yang selanjutnya akan lebih indah!”

Sekali lagi selamat buat YhP and de gank yang udah berjuang untuk Ganesha Badminton Championship 2009 yang lebih baik! Inget steering yang udah dibahas tadi supaya GBC’10 lebih megah dan mengangkat nama rumah kita ini. Teruslah semangat saat mengingat seru dan tawa para tamu beradu teknik lewat ajang yang kalian fasilitasi. Bener, kan, kita ga salah milih orang.. :) .

Selanjutnya kewajiban kita untuk menularkan semangat ini dan fokus menyambut keluarga baru lewat sebuah regenerasi, yang sekarang sudah memasuki rangkaian acara akhir,

MASA PENERIMAAN ANGGOTA BARU UNIT BULUTANGKIS ITB !

Ayo lanjutkan, Bram dkk! Gw sangat sangat bangga dengan angkatan kalian! Tolong lanjutin kebanggaan kami! Ayo total! By continuously well changing, future is created.

Sori kalo sok tau atau apa2, gw emang ga lebih hebat dari kalian, gw cuma nangkring di ITB setaun sebelum kalian dateng, hehe.

Cmiiw, just wanna share.. :)

Older Posts »

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.